Tampilkan postingan dengan label Kisah Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Juni 2012

Kisah Kehidupan Memberi Pelajaran

Kisah Kehidupan - Ada banyak kisah kehidupan di dunia ini, berikut di bawah ini akan disajikan sebuah proses kehidupan yang mana mungkin akan memberikan kesan dan pesan tersendiri buat pembaca perpustakaan cerita.

Alkisah di suatu desa di tepi hutan tinggal seorang kakek tua dengan putra tunggalnya. Mereka hidup dari beternak kuda yang diambil susu dan dagingnya. Sang putra kerjanya sehari-hari menggembalakan beberapa ekor kuda yang mereka miliki ke padang rumput.
 
Suatu hari seperti biasa putranya membawa kuda-kuda merumput ke lapangan. Karena kelelahan dia tertidur di bawah sebatang pohon rimbun. Saat terbangun, dia terkejut karena dia mendapati kuda-kudanya tidak di lapangan lagi, tetapi entah hilang ke mana. Dia mencari-cari mereka, tetapi berakhir dengan sia-sia. Akhirnya, dengan langkah gontai, dia pulang ke rumah.
 
Berita kakek tua kehilangan kuda-kuda peliharaannya membuat gempar desa kecil tersebut. Para tetangga segera berdatangan menyatakan duka mendalam atas kemalangan yang menimpa keluarga kakek itu. Seorang tetangga sambil menenangkan kakek tua berkata, “Sungguh malang nasibmu, Pak Tua. Semua kudamu telah tiada. Sia-sia jerih payahmu selama ini. Sungguh malang nasibmu.”
 
Kakek tua terdiam sejenak, lalu menjawab, “Saya tidak merasa kemalangan, hal ini biasa saja. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
 
Para tetangga bingung dengan tanggapan kakek tua, dan merasa kasihan karena dia mungkin hanya sekedar menghibur diri. Lalu mereka semua meninggalkan keluarga kakek tua untuk memberikan kesempatan kepadanya untuk menenangkan diri.
 
Beberapa hari berlalu. Dan suatu pagi, terjadi kegemparan. Ternyata pada malam sebelumnya kuda-kuda kakek tua kembali lagi ke kandangnya. Dan bersama dengan mereka ikut segerombolan kuda liar dari hutan. Dalam sekejap mata kakek tua memiliki banyak kuda.
 
Berita ini kembali menggemparkan seisi desa. Para tetangga datang memberikan selamat atas keberuntungan ini. Semua memuji bahwa nasib kakek semakin baik di hari tuanya. Mereka berucap, “Sungguh beruntung nasibmu, Pak Tua. Sekarang kamu memiliki kuda paling banyak dan menjadi orang paling kaya di desa kita.” Kakek tua hanya menggelengkan kepala sambil menjawab, “Saya merasa biasa-biasa saja. Ini hanya sekedar satu peristiwa dalam hidup saya. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
 
Para tetangga semakin bingung dengan sikap kakek tua yang agak aneh itu. Mereka menganggapnya orang yang tidak tahu bersyukur dalam hidup.Lalu mereka meninggalkan kakek tua yang semakin membingungkan mereka itu.
 
Beberapa hari berlalu. Seperti biasa, putra kakek tua secara berkala mencari kayu bakar di hutan untuk keperluan memasak. Pagi-pagi putranya berangkat ke hutan, dan sesampainya di sana, mulai menebang pohon untuk mengambil batang kayunya. Karena kurang hati-hati, suatu ketika kapak yang dia ayunkan ke batang pohon meleset dan menebas kaki kanannya. Kakinya mengalami pendarahan dan luka yang parah. Dia akhirnya diselamatkan oleh penduduk desa yang kebetulan lewat.
 
Berita tentang kecelakaan putra kakek tua kembali menggemparkan desa. Beramai-ramai mereka datang ke rumah kakek tua untuk membesuk putranya. Mereka merasa kasihan dan berusaha menghibur kakek tua karena putranya bakal menderita cacat seumur hidup. “Sungguh malang nasibmu, Pak Tua. Putra satu-satumu sekarang cacat. Siapa lagi sekarang yang membantu dan menjagamu?” Kakek tua hanya diam membisu, tertegun merenung, lalu menjawab, “Bagi saya ini hal yang biasa. Demikianlah yang seharusnya terjadi. Semua ini hanya bagian dari kehidupan.”
 
Para tetangga semakin bingung dengan jawaban kakek tua. Kali ini mereka menganggap kakek tua ini bukan saja orang yang aneh, tetapi mungkin sudah hampir gila. Lalu, mereka tanpa banyak bicara meninggalkan kakek yang mereka anggap lain dari biasa itu.
 
Beberapa hari berlalu. Suatu hari desa itu kedatangan tentara kerajaan yang sedang mencari pemuda-pemuda sehat untuk diikutsertakan berperang karena kerajaan sedang diserang musuh. Semua pemuda yang sehat dari desa itu diambil paksa untuk ikut kewajiban membela kerajaan. Berhubung putra kakek tua cacat maka dia tidak ikut dibawa pergi. Maka kakek tua tetap dapat hidup tenang di masa tuanya dengan ditemani putra tunggalnya.
 
Cerita di atas memberikan inspirasi kepada kita tentang hakekat kehidupan. Jika Anda pernah mendengar atau membaca sebelumnya, biarlah cerita ini mengingatkan Anda kembali untuk menghayati hidup dengan cara yang baru.
 
Moral cerita di atas begitu sederhana. Hidup ini penuh dengan serangkaian peristiwa yang datang silih berganti. Ada yang kita sukai dan menyenangkan kita, ada yang tidak kita sukai dan mengantarkan penderitaan bagi kita. Begitulah kehidupan, dipenuhi dengan peristiwa-peristiwa yang terkadang memberi keberuntungan, terkadang membawa kemalangan. Dan dengan cara demikianlah kita memberi label atas peristiwa-peristiwa yang terjadidalam hidup.
 
Moral yang lain, ketika kemalangan datang menghampiri, kita tidak perlu terlalu bersedih hati. Tersenyumlah, mungkin saja keberuntungan sedang dalam perjalanan mengunjungi kita. Dan ketika keberuntungan mengetuk di pintu kehidupan, kita tidak perlu merasa senang dan bahagia berlebihan. Siapkanlah hati, mungkin saja kemalangan sedang mengintai, menunggu saat lengah untuk menerkam kita.
 
Kisah di atas sangat mempengaruhi cara pandang saya terhadap kehidupan. Saya berharap hal yang sama terjadi terhadap Anda juga. Semoga.
 

Kamis, 24 Mei 2012

Renungan Yang Mendewasakan Diri





 
Keberhasilan ditentukan oleh karakter, karakter berasal dari sikap, dan sikap yang baik terbentuk dari proses pembelajaran
  
 
 
 Bukankah Tuhan menjanjikan sekecil apapun perbuatan baik pasti ada hasilnya dan balasannya ? 
 
 
 
 Lakukan dengan tulus maka perbuatan yang kamu berikan akan baik.....







 
 Mari bersihkan hati dari keegoisan memikirkan diri sendiri agar kebahagiaan bisa menghampiri




 

 Daripada sibuk menghitung dosa orang lain, lebih baik gunakan waktu untuk menambah pahala diri sendiri. Tidak ada yang bisa menyucikan orang lain kecuali dirinya sendiri. Diri sendirilah penentunya. Diri sendiri yang berbuat diri sendirilah yang menerima.






 


Diogenes, seorang filsuf, makan ubi sebagai santap malamnya. Hal itu dilihat oleh rekannya, filsuf Aristippos, yang hidup enak dan mewah karena menjilat raja. Aristippos berkata: "Kalau engkau mau belajr menghamba kpda raja, engkau tidak perlu lagi hidup dengan makan sampah seperti ubi itu" Jawab Diogenes: "Jika engkau sudah belajar hidup dengan makan ubi,engkau tidak perlu menjilat raja."








 Mengeluh tidak menghilangkan kesulitan dan tidak mempermudah kehidupan. Kita tidak mungkin berbahagia hanya mengharapkan kehidupan yang mudah. Kehidupan ini sulit,itu fakta. Hadapi!










 Dalam menghadapi kesusahan apapun wujudnya, jangan pernah menyerah, miliki mental baja dan pantang mundur, demikian pula ketika kita hidup dalam kekurangan, janganlah pernah menjadi peminta minta, tapi segera bangkit dari keterpurukan dan bekerja lebih giat, jangan pernah menunda dan bermalas malasan. Selalu ada rejeki, bagi orang yang tekun dan rajin bekerja.










 

 Mempunyai harta bisa membuat bahagia, namun dengan membaginya bahagia itu akan sempurna. 








 

 Agar Anda sukses:

- Tertawa lebih sering;
- Dihormati orang-orang yang cerdas dan disayangi anak-anak;
- Menghargai kritikan yang jujur dan menerima dengan lapang dada pengkhianatan dari teman-teman palsu;
- Menghargai keindahan, menemukan sisi terbaik dalam diri orang lain;
- Menjadikan dunia sebagai tempat yang sedikit lebih baik, salah satunya dengan menciptakan generasi muda yang sehat, memperbanyak ruang terbuka, menciptakan kondisi sosial yang seimbang;
- Mengetahui bahwa ada satu orang yang beban hidupnya terasa lebih ringan karena kehadiran diri Anda.
Inilah (kondisi yang harus ada) untuk memiliki kesuksesan.









 

 Berdana bukanlah hal khusus yang dimiliki orang kaya, melainkan merupakan perwujudan dari sebuah cinta kasih yang tulus.





 
 Jangan biarkan hati terus terluka karena ucapan orang yang tidak beretika. Lupakanlah! Anda berhak bahagia











 Sama seperti seekor kupu-kupu yang harus berjuang habis-habisan sebelum menikmati kebebasan. Kita pun jika ingin sukses siap menghadapi apa pun yang menghadang. 









 

 "Kesuksesan" selalu setia menunggu pinangan dari orang-orang yang benar-benar bisa menunjukkan cintanya dengan fokus, penuh perhatian, keuletan & berjuang habis-habisan!










 

 Satu-satunya jalan untuk mencapai nama baik adalah kebaikan 










 

 Jika bisa melihat kekurangan kita sejelas melihat kelemahan orang lain, maka kita tak mudah menghujat orang lain. Justru malah siap berbenah diri!




  


 
 Itulah rahasia kesuksesan, Jika kamu ingin sukses, harus berjuang seperti kamu membutuhkan udara di dalam air. Kamu pasti sukes.










 Saat kita hendak melakukan sesuatu, lakukan segera! Sebab, langkah pertama itu akan menjadi penentu langkah berikutnya. Mungkin akan terasa berat & melelahkan. Namun hanya dengan kemauan untuk memulai, kemauan untuk mengayunkan kaki dan menggerakkan tangan.. maka tubuh, pikiran, dan jiwa akan segera merespons dan membuat kita terus bergerak untuk selanjutnya.














Segala sesuatu yang menjadi milik tidak akan pernah terlepaskan.
Segala sesuatu yang bukan milik tidak akan pernah diperoleh.
Semua mahluk hanya menerima segala yang memang sudah menjadi miliknya.










 Sebuah pohon besar berasal dari sebutir benih yang kecil. Karena itu, janganlah kita meremehkan kebajikan kecil. Meskipun kita adalah orang miskin yang hanya mampu mendonasikan sebutir beras, namun ini juga merupakan sebutir benih kebajikan.










 KUNCI SUKSES : 1. Tujuan yang jelas. 2. Rencana nyata. 3. Batasan waktu yang tegas. 4. Siap action & kerja keras

Mudah dan sederhana kan ? Tergantung kita mau atau tidak 







 

 Sebenarnya sangatlah mudah menjadi Bahagia. Kebahagiaan akan datang saat kita memaafkan diri kita sendiri, memaafkan orang lain, dan hidup dengan penuh rasa syukur. Tidak pernah ada orang egois dan tidak tahu berterima kasih mampu merasakan bahagia, apalagi membuat orang lain bahagia. Hidup ini memberi, bukan meminta.











 Jika anda merasa tidak memiliki hal yang berharga, ketahuilah, anda memiliki hal yang tak ternilaikan, yaitu senyuman.






 

 Luka di tubuh dapat cepat sembuh, tapi luka di hati tidak bisa sembuh dalam hitungan hari, hanya keikhlasan yang mampu mengobat....








 
 Ambil pelajaran dari masa lalu, tinggalkan sisanya. Jangan biarkan belenggu kesedihan menutup jalanmu menuju masa depan.











 Semua hal dalam hidup adalah sementara. Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama. 










 

 Menjadi "sesuatu" itu tidak pernah ditentukan dari apa yang anda sandang saat ini tetapi diputuskan dari apa yang bisa anda lakukan untuk orang lain dengan apa yang anda sandang. 


 

 
Jalanilah - hidup - ini -dengan - apa - adanya